Mengenal Apa Itu Dermatitis Atopik
17 Maret 2026mleyott

Mengenal Apa Itu Dermatitis Atopik

Eksim (dermatitis atopik) adalah penyakit kulit kronis yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, kulit kering, dan ruam. Kondisi ini tidak menular, sering muncul pada anak-anak, dan berkaitan dengan faktor genetik, sistem imun, serta lingkungan.


Dermatitis atopik, atau eksim atopik, adalah peradangan kulit kronis yang tidak menular. Penyakit ini ditandai dengan kulit kering, kemerahan, dan rasa gatal terus-menerus. Biasanya eksim atopik muncul pertama kali pada bayi atau anak-anak, meski bisa berlanjut hingga remaja dan dewasa. Penderitanya sering juga memiliki riwayat asma atau rinitis alergi (pilek alergi). Hingga saat ini belum ditemukan obat atau vaksin yang benar-benar menyembuhkan eksim. Pengobatan yang ada hanya bersifat meredakan gejala, misalnya dengan krim atau salep kortikosteroid dan pelembap.

Penyebab

Penyebab pasti eksim atopik belum diketahui dengan jelas. Namun para ahli menduga beberapa faktor berikut berperan:

  1. Faktor genetik. Mutasi genetik dalam keluarga (riwayat asma, alergi, atau eksim) meningkatkan risiko munculnya eksim atopik.

  2. Lapisan pelindung kulit lemah. Kulit penderita atopik cenderung kehilangan kelembapan lebih cepat sehingga mudah kering dan teriritasi.

  3. Reaksi sistem kekebalan yang berlebihan. Paparan pemicu (alergen atau iritan) dapat membuat sistem imun kulit bereaksi kuat dan memicu peradangan.

  4. Faktor lingkungan. Debu rumah, serbuk sari, bulu hewan, dan bahan iritan (seperti sabun keras, deterjen, atau parfum) sering memicu atau memperparah gejala. Perubahan cuaca (terlalu dingin atau panas) juga dapat memengaruhi kondisi kulit atopik.

  5. Perubahan hormon. Fluktuasi hormon pada masa pubertas atau kehamilan kadang dapat memperburuk dermatitis atopik.

Gejala

Gejala eksim atopik bervariasi, tergantung usia dan keparahan. Gambaran umum gejala yang sering ditemui meliputi:

  • Kulit sangat gatal dan kering. Area kulit dapat tampak kemerahan dan bersisik. Gatal biasanya makin parah di malam hari.

  • Ruam merah dan benjolan. Ruam kemerahan muncul pada pipi, leher, lipatan siku/lutut, punggung, atau pergelangan tangan dan kaki. Terkadang terdapat bintil atau lepuhan berisi cairan yang dapat pecah berisi nanah jika terinfeksi.

  • Penebalan kulit (lichenifikasi). Kulit yang sering digaruk bisa menebal dan tampak bersisik.

  • Pecah-pecah dan iritasi. Kulit rawan retak, berkerak, atau sensitif. Ruam yang digaruk bisa memicu luka dan infeksi tambahan.

Diagnosis

Untuk memastikan eksim atopik, dokter kulit biasanya melakukan beberapa langkah:

  1. Wawancara medis. Dokter menanyakan riwayat gejala, faktor risiko (misalnya riwayat keluarga dengan asma atau alergi), dan pemicu yang pernah dialami pasien.

  2. Pemeriksaan fisik. Dokter memeriksa kondisi kulit langsung, melihat lokasi dan karakteristik ruam (kekeringan, kemerahan, penebalan, dll.

  3. Tes tambahan (jika perlu). Meski jarang diperlukan, dokter mungkin melakukan tes alergi atau pemeriksaan kulit (biopsi ringan) untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain atau faktor pemicu tertentu.

Pencegahan dan Penanganan Mandiri

Beberapa langkah mandiri dapat membantu mengurangi timbulnya gejala eksim atopik:

  1. Menjaga kelembapan kulit. Gunakan pelembap kulit setiap hari, terutama setelah mandi, untuk menjaga lapisan pelindung kulit. Mandilah dengan air hangat (bukan panas) dan segera keringkan tubuh dengan menepuk ringan, lalu oleskan pelembap.

  2. Hindari pemicu (irritan dan alergen). Cari dan hindari penyebab kambuhnya eksim, misalnya sabun atau deterjen tertentu, bulu hewan, debu rumah, atau serbuk sari. Hindari pula menggaruk kulit yang gatal agar eksim tidak semakin parah.

  3. Kelola stres. Stres dapat memperburuk kondisi kulit atopik. Terapkan teknik relaksasi atau aktivitas yang mengurangi stres secara rutin.

  4. Gaya hidup sehat. Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut, pertahankan suhu ruangan lembap (misalnya dengan humidifier), serta jaga kebersihan kulit secara teratur.

Langkah-langkah ini tidak menyembuhkan eksim secara total, tetapi membantu meredakan gejala dan mencegah kekambuhan.

Kesimpulan

Eksim atopik adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang sering muncul sejak masa kanak-kanak. Gejala utamanya berupa kulit kering, gatal, dan ruam kemerahan. Hingga kini belum ada obat yang menyembuhkan eksim secara tuntas; pengobatan dan perawatan berfokus pada meredakan gejala dan mencegah kambuh. Dengan pengelolaan yang baik (melembapkan kulit, menghindari pemicu, serta gaya hidup sehat), penderita dapat mengurangi frekuensi flare-up dan menjaga kualitas hidupnya.

mitos
Stres tidak menyebabkan secara langsung penyakit dermatitis atopik, melainkan dapat memperburuk keadaannya. Seperti menggaruk kulit itu dapat memperparah kondisi. jadi stress tidak terlalu berpengaruhh tapi berperan dengan keadaannya.

Penyakit ini tidak dapat menular, maupun sentuhan kontak. jadi tidak perlu dikhawatirkan jika memegang atau tidak sengaja menyetuh orang yang memiliki eksim